RESIDIVIS: Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) membeberkan aksi jahatnya di hadapan Kepolisian Polsek Tugu. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
RESIDIVIS: Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) membeberkan aksi jahatnya di hadapan Kepolisian Polsek Tugu. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
RESIDIVIS: Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) membeberkan aksi jahatnya di hadapan Kepolisian Polsek Tugu. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
RESIDIVIS: Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) membeberkan aksi jahatnya di hadapan Kepolisian Polsek Tugu. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

TUGU – Jejak kejahatan residivis, Solichin, 33, warga Tawang Rejosari RT 2 RW 1 Tawang Mas, Semarang Barat, kembali terbongkar. Pria yang kerap nongkrong di lokalisasi Gambilangu (GBL) Mangkang Semarang itu menjadi pelaku pencurian di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP) terpisah.

Solichin yang baru dibebaskan setelah menjalani hukuman di LP Kedungpane Semarang, sejak 17 Agustus 2015 lalu itu terpaksa kembali dijebloskan ke sel tahanan oleh tim Reskrim Polsek Tugu, Kota Semarang. Tersangka mengaku lima kali mencuri, selain mencuri burung, membobol konter handphone, dan mencuri motor, di beberapa TKP.

Solichin pun langsung dijemput oleh tim Reskrim Polsek Tugu Semarang. Usut punya usut, ternyata terbongkar bahwa Sholichin merupakan pelaku pencurian di lima TKP berbeda. ”Saya sedang mabuk, lalu mencuri,” ujar Solichin saat gelar perkara di Mapolsek Tugu Semarang, Senin (16/11).