LEPAS KAFILAH : Bupati Pekalongan, Amat Antono, saat melepas tim kafilah Kabupaten Pekalongan yang mengikuti lomba MTQ tingkat Provinsi Jateng, di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEPAS KAFILAH : Bupati Pekalongan, Amat Antono, saat melepas tim kafilah Kabupaten Pekalongan yang mengikuti lomba MTQ tingkat Provinsi Jateng, di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEPAS KAFILAH : Bupati Pekalongan, Amat Antono, saat melepas tim kafilah Kabupaten Pekalongan yang mengikuti lomba MTQ tingkat Provinsi Jateng, di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEPAS KAFILAH : Bupati Pekalongan, Amat Antono, saat melepas tim kafilah Kabupaten Pekalongan yang mengikuti lomba MTQ tingkat Provinsi Jateng, di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Sebanyak 17 orang kafilah mewakili Kabupaten Pekalongan dalam lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Umum tingkat Provinsi Jateng, di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, selama 4 hari (16-19/11) mendatang.

Mereka yang didampingi oleh 5 orang pendamping tersebut, akan mengikuti beberapa cabang lomba, yakni cabang Tilawah Anak-anak, Remaja dan Dewasa, cabang Tahfidz 1 juz dan Tilawah, cabang Tahfidz 5 juz dan Tilawah, cabang Tahfidz 10 jus, cabang Tahfidz 20 jus dan cabang Tahfidz 30 juz, serta seorang putra mewakili cabang Khath.

“Para kafilah, pendamping, maupun pelatih agar lebih serius dalam persiapan MTQ tingkat Provinsi Jateng ini. Karena selama ini, kafilah Kabupaten Pekalongan, selalu masuk 10 besar kafilah terbaik,” kata Bupati Pekalongan, Amat Antono saat melepas kafilah tersebut, di ruang kerja Bupati Pekalongan, Senin (16/11) kemarin.

Nur Hidayah, salah satu khafidhoh termuda mengaku siap berkompetisi. Apalagi dirinya pernah masuk sepuluh besar pada lomba MTQ tingkat Propinsi Jateng tahun lalu. “Kami hanya mohon doa restu, agar bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Pekalongan,” kata Hidayah. (thd/ida)