Pentas Truthuk Dredah, Libatkan Dosen dan Karyawan

Gita Kawiswara, Komunitas Karawitan Fakultas Kedokteran Undip

381
MENJAGA TRADISI: Para mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Undip berfoto bersama usai menggelar pentas Truthuk Dredah beberapa waktu lalu. (DOKUMEN GITA KAWISWARA)
MENJAGA TRADISI: Para mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Undip berfoto bersama usai menggelar pentas Truthuk Dredah beberapa waktu lalu. (DOKUMEN GITA KAWISWARA)
MENJAGA TRADISI: Para mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Undip berfoto bersama usai menggelar pentas Truthuk Dredah beberapa waktu lalu. (DOKUMEN GITA KAWISWARA)
MENJAGA TRADISI: Para mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Undip berfoto bersama usai menggelar pentas Truthuk Dredah beberapa waktu lalu. (DOKUMEN GITA KAWISWARA)

Komunitas karawitan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) Gita Kawiswara, bersama sejumlah dosen menggelar pentas Truthuk Dredah. Truthuk adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang dimainkan oleh beberapa orang dengan memadukan seni tari, drama, dan musik, serta humor tradisional yang mengangkat isu-isu zaman sekarang. Seperti apa?

RIZKY JOHANUARI PUTRI

ADALAH Gita Kawiswara, komunitas karawitan FK Undip bersama Prof dr Edi Dharmana salah satu dosen FK Undip, yang berinisiatif menggelar Truthuk Dredah ini. Tak hanya mahasiswa yang memainkan pertunjukan tradisional ini, namun juga melibatkan dosen serta karyawan untuk ikut bermain.

Prof Edi yang berperan sebagai demang di Truthuk Dredah mengaku bahwa motivasinya mengadakan pertunjukan truthuk ini karena banyak dosen FK yang menyukai seni tradisional. Selain itu, FK juga memiliki penari, sinden, serta kelompok karawitan yang bagus. ”Saya ingin menggelar pertunjukan yang menampilkan kemampuan mereka bersama antara pemeran, penari, dan penabuh dalam satu panggung, namun tidak melibatkan terlalu banyak orang seperti ketoprak” jelas pria kelahiran Salatiga, 12 Maret 1947 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.