Demam Berdarah, 1 Tewas, 17 Rawat Inap

331
FOGGING : Petugas Penanganan Demam Berdarah (Dinkes) Provinsi Jateng melakukan fogging dengan alat ultra low volume yang baru pertama diujicobakan di Desa Bulakpelem, Sragi, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOGGING : Petugas Penanganan Demam Berdarah (Dinkes) Provinsi Jateng melakukan fogging dengan alat ultra low volume yang baru pertama diujicobakan di Desa Bulakpelem, Sragi, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOGGING : Petugas Penanganan Demam Berdarah (Dinkes) Provinsi Jateng melakukan fogging dengan alat ultra low volume yang baru pertama diujicobakan di Desa Bulakpelem, Sragi, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOGGING : Petugas Penanganan Demam Berdarah (Dinkes) Provinsi Jateng melakukan fogging dengan alat ultra low volume yang baru pertama diujicobakan di Desa Bulakpelem, Sragi, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Peralihan musim dari kemarau ke musim hujan, patut diwaspadai merebaknya kasus demam berdarah (DB). Pasalnya, kasus DB telah menyerang warga Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, pada pertengahan Oktober dan awal Nopember, menyebabkan 1 warga tewas dan 17 warga masih menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Karena itulah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng dan anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng mendatangi Desa Bulakpelem, Jumat (13/11) kemarin. Sekaligus melakukan penyemprotan fogging di beberapa titik di desa dengan menggunakan alat Ultra Low Volume (ULV).

Kepala Desa Bulakpelem, Ahmad Kodir, mengungkapkan bahwa dalam satu bulan terakhir, 18 warga telah terjangkit penyakit DB. Adapun yang meninggal dunia adalah anak kelas 5 SD, Azizah,12, anak pasangan dari Eti dan Anto warga RT 03 RW 03 Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi. Azizah meninggal dunia setelah sehari sebelumnya, mendapatkan perawatan di RSUD Kraton Pekalongan.