LPS Tangani Klaim 65 Bank Kolaps

268
JAMIN DANA NASABAH: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan perlindungan pada nasabah yang menggunakan bank yang dijamin oleh LPS, tampak pada stiker yang ditempelkan, salah satunya di mesin ATM. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAMIN DANA NASABAH: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan perlindungan pada nasabah yang menggunakan bank yang dijamin oleh LPS, tampak pada stiker yang ditempelkan, salah satunya di mesin ATM. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAMIN DANA NASABAH: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan perlindungan pada nasabah yang menggunakan bank yang dijamin oleh LPS, tampak pada stiker yang ditempelkan, salah satunya di mesin ATM. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAMIN DANA NASABAH: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan perlindungan pada nasabah yang menggunakan bank yang dijamin oleh LPS, tampak pada stiker yang ditempelkan, salah satunya di mesin ATM. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) selama kurun waktu 10 tahun, mulai dari 2005 hingga 2015 telah menangani klaim sebanyak 65 bank yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebanyak 64 merupakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan sisanya bank umum. Dengan total klaim yang dibayarkan mencapai Rp 771 miliar. Tiga di antaranya adalah BPR yang dicabut izin usahanya oleh OJK tahun ini. Dengan total klaim sebesar Rp 6 miliar.

“Dari sekian banyak bank yang kami tangani tersebut, penyebab ‘mati’nya bank sebagian besar karena fraud dari pihak internal bank,” jelas Direktur Group Penanganan Klaim LPS, Dimas Yuliharto di sela Seminar Nasional ‘Peran dan Fungsi LPS Menjaga Stabilitas Perbankan dalam Perspektif Dunia Pendidikan’ di Universitas Diponegoro, kemarin.

Silakan beri komentar.