SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan segera membangun 2.000 jamban bagi keluarga miskin di provinsi ini pada tahun anggaran 2016. Program tersebut merupakan kelanjutan dari program 1.000 jamban yang telah dianggarkan melalui APBD Perubahan 2015.

”Jika tahun ini membangun 1.000 jamban, tahun depan membangun 2.000 jamban. Hal ini telah tertuang dalam RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2016,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo, Kamis (12/11).

Ia menjelaskan, program tersebut ditujukan kepada keluarga miskin yang belum memiliki jamban. Sebab, selama ini mereka melakukan aktivitas buang air besar (BAB) di sungai atau kebun. Diharapkan dengan adanya program ini, mereka dapat berubah dan menerapkan pola hidup sehat. ”Ini sekaligus sebagai promosi kesehatan,” imbuhnya.

Menurut Yulianto, program stimulan ini diperkirakan akan dapat terealisasi pada pertengahan 2016 atau sekitar Juni-Juli. Dari pendataan yang dilakukan, sebenarnya di Jateng masih butuh jamban lebih banyak lagi. Yaitu diperkirakan mencapai sekitar 1,6 juta. ”Oleh karenanya, kami juga berharap program ini mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten/kota dan juga perusahaan melalui dana CSR (corporate social responsibility)-nya,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu anggota DPRD Jateng M. Ishak mengatakan bahwa kegiatan atau program jangan hanya bersifat fisik dan administratif. Namun juga memiliki pengaruh sesuai dengan fungsi program, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Pembangunan jamban keluarga hasilnya bukan sekadar terbangunnya jamban secara fisik. Namun juga harus mampu meningkatkan perilaku hidup bersih,” tandas politikus Partai Gerindra itu. (fai/ric/ce1)