Sejumlah siswa SMK Pontren Darussalam Demak menjalani uji kompetensi disekolahnya kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Sejumlah siswa SMK Pontren Darussalam Demak menjalani uji kompetensi disekolahnya kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Sejumlah siswa SMK Pontren Darussalam Demak menjalani uji kompetensi disekolahnya kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Sejumlah siswa SMK Pontren Darussalam Demak menjalani uji kompetensi disekolahnya kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Sebanyak 20 siswa kelas XII jurusan teknik kendaraan ringan (TKR) SMK Pontren Darussalam Demak selama dua hari menjalani uji kompetensi. Mereka diuji tim dari Lembaga Sertifikasi Profesi Otomotif Indonesia (LSP Oto Ina) Jogjakarta.

Ketua panitia penyelenggara, Nur Khayati SPd mengungkapkan, materi yang diujikan adalah serivis dan pemeliharaan 10 ribu kilometer kendaraan ringan konvensional. “Ini untuk mengetahui apakah para siswa tersebut betul-betul kompeten atau tidak. Kalau terbukti kompeten, maka mereka mendapatkan sertifikat kelayakan dibidangnya tersebut,”ujarnya didampingi Humas Azam Lutfiyanto.

Menurutnya, untuk menyelenggarakan uji kompetensi ini memang tidaklah mudah. Diantaranya persyaratannya adalah sekolah terkait harus punya lokasi atau tempat uji sekaligus ditunjang dengan peralatan yang memadai tersebut. “Kita juga harus mengajukan ke LSP Oto Ina ini untuk diverifikasi apakah layak dapat sertifikasi atau tidak. Karena itu, setelah tempat uji lolos, giliran siswa yang memperoleh kesempatan untuk diuji. Kegiatan ini didanai langsung dari Badan Nasional Standar Profesi (BNSP) Kementerian Pendidikan,” katanya.

Dia mengatakan, dengan adanya uji kompetensi ini siswa diuntungkan. Apalagi, kini semua sedang menyongsong berlakunya kerjasama antar negara yang dinamakan masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada Desember nanti. “Jadi, para siswa akan lebih mudah mengakses pekerjaan diberbagai perusahaan karena mereka sudah diakui dengan sertifikasi yang dipegang tersebut. Di Jateng ini ada sekitar 15 ribu siswa yang mendapatkan uji kompetensi,”katanya.(hib/zal)