Putusan Kasus KONI Inkrah

276

MANYARAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang menyatakan menerima putusan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang atas perkara dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang tahun 2012 dan 2013, Djodi Aryo Setiawan (mantan Bendahara KONI) dan Suhantoro (mantan Sekretaris KONI).

Dengan begitu hari ini, Kamis (12/11) tepat satu minggu berakhirnya masa pikir-pikir yang diberikan majelis hakim dalam putusannya dinyatakan telah memiliki kekuatan hukum tetap dan putusan bersifat inkrah artinya keputusan terakhir atau tidak memungkinkan ditempuh langkah hukum lainnya. ”Kami sudah menerima putusan majelis hakim. Sudah dilaporkan ke pengadilan bahwa kami menerima putusan tersebut,” kata Kasi Tipidsus Kejari Semarang, Sutrisno Margi Utomo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (11/11).

Sebelumnya, usai divonis majelis hakim kedua terdakwa langsung menyatakan menerima putusan tersebut. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang menyatakan pikir-pikir. ”Demi Allah, saya akan menjalani putusan yang dijatuhkan majelis hakim dengan ikhlas dan putusan ini saya terima,” kata Suhantoro sembari berdiri di hadapan majelis hakim.

Sementara itu, majelis hakim yang memeriksa perkara yang dibagi dalam dua berkas terpisah dipimpin hakim Alimin R Sudjono dan Gatot Susanto meyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana korupsi seperti dalam dakwaan subsider. Kedua terdakwa dijerat pasal 3 jo pasal 18 jo Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 kesatu jo pasal 64 KUHP.

”Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Suhantoro selama 2 tahun 3 bulan serta denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara. Menjatuhkan hukuman tambahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 195 juta subsider 6 bulan penjara,” kata hakim.

Sedangkan untuk Djody Aryo Setyawan dijatuhi hukuman pidana selama 1 tahun 3 bulan. Selain itu dia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara.

”Terkait hukuman uang pengganti sebesar Rp 47 juta, Djody tidak dimintakan mengambalikan kerugian negara karena telah menitipkan uang Rp 50 juta kepada kejaksaan,” sebut hakim.

Vonis majelis hakim diketahui lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut. Sebelumnya, tuntutan dibacakan oleh JPU, Yosi Budi Santoso menuntut Suhantoro dengan hukuman 3,5 tahun penjara. Sementara itu, Djody hanya dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara. Selain itu keduanya diwajibkan membayar denda sebanyak Rp 50 juta. (jks/zal/ce1)