Ambarawa Butuh Penataan Kota

1081
SEMRAWUT: Lalulintas jalan rawa di kota Ambarawa setiap hari terjadi kemacetan, terutama saat jam sibuk. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
SEMRAWUT: Lalulintas jalan rawa di kota Ambarawa setiap hari terjadi kemacetan, terutama saat jam sibuk. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
SEMRAWUT: Lalulintas jalan rawa di kota Ambarawa setiap hari terjadi kemacetan, terutama saat jam sibuk. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
SEMRAWUT: Lalulintas jalan rawa di kota Ambarawa setiap hari terjadi kemacetan, terutama saat jam sibuk. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang dinilai tidak serius menata wilayah perkotaan. Ini terbukti dengan adanya kesemrawutan baik kemacetan lalulintas dan aktifitas perdagangannya setiap hari. Terutama di pusat kota Kecamatan yang dilintasi jalan nasional seperti Ambarawa. Diperkirakan tidak akan lama di Ambarawa bakal muncul permasalahan perkotaan yang krusial.

Sejumlah warga pun mengeluhkan kondisi kota Ambarawa yang semakin tidak nyaman. Warga akhirnya melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Semarang untuk segera melakukan penataan. “Sudah rahasia umum Ambarawa dikenal dengan daerah tak nyaman. Mulai dari parkir, tata PKL (Pedagang Kaki Lima), hingga rusaknya sistem transportasi yang membuat kemacetan,” tutur Penggiat Komunitas Ambarawa, Puguh Prasetyarso, Rabu (11/11) kemarin.

Warga asli Kota Ambarawa itu menilai pemerintah kurang serius melakukan penataan dan mengajak warganya untuk pro aktif membangun kotanya. Akibatnya Ambarawa kondisinya semrawut dan jelas mempengaruhi kenyamanan publik dan menghambat perkembangan kota serta perekonomian masyarakat. “Kalau kota itu berkembang secara apik, baik siang dan malam. Tentunya akan berimbas positif yakni mampu mensejahterakan masyarakatnya bahkan meningkatkan perekonomian masyarakat di kota sekitarnya,” imbuhnya.