Polisi Tuding Pengusaha Mainan Gundam Langgar SNI

Pemeriksaan Terkesan Tertutup

2726

BANYUMANIK – Seorang pengusaha yang berbisnis mainan Gundam, diperkarakan oleh aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Tengah. Dia adalah Jonathan Chrisnanda Galih Pradipta, 32, pemilik toko mainan yang menyediakan model kit Gundam, tokoh animasi Jepang, di Kawasan Klenteng Sam Poo Kong, Gedung Batu, Kota Semarang.

Jonathan dituding melakukan pelanggaran hukum terkait produk mainan Gundam yang diimpor dari Jepang itu tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Senin (9/11) lalu, Jonathan dipanggil oleh penyidik Sub Direktorat I Industri, Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, di Jalan Sukun Raya nomor 46, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, untuk diperiksa.

Namun informasi pemeriksaan tersebut terkesan ditutup-tutupi oleh pihak penyidik Dit Reskrimsus. Jonathan yang hadir sekitar pukul 12.00 juga tidak didaftar melalui absensi buku tamu sebagaimana tamu lainnya. Dia langsung memasuki ruang penyidik. Saat diperiksa, Jonathan ditemani adiknya, Decky Chandra. Mengingat adanya keterbatasan fisik, tuna rungu.

Namun demikian, pihak Jonathan juga belum berkenan membeberkan secara detail terkait masalah tersebut. Pun demikian penyidik. Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, Jonathan merintis usaha tersebut sejak 2005 silam. Awalnya, ia memasarkan produk tersebut melalui online dengan nama toko Unicorn Toys and Hobby. Jonathan yang telah berjuang keras merintis usaha tersebut hingga kini mendulang sukses. Konon, omzet toko tersebut per-bulannya mencapai nilai ratusan juta.

Terkait masalah SNI produk mainan anak, tertuang Peraturan Menteri Perindustrian no 24/Ind/PER/4/2013. Dalam Permen tersebut dijelaskan tentang pemberlakuan SNI wajib untuk mainan anak. Polisi mempersoalkan, karena mulai 1 Mei 2014, berdasarkan aturan tidak diperbolehkan praktik jual beli mainan anak yang tidak memiliki standar SNI.

Kepala Subdirektorat I Indagsi Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah, AKBP Juli Agung Pramono saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Namun ia juga belum berkenan membeberkan lebih jauh. “Masih lidik (penyelidikan). Saya belum dapat laporan (soal hasil pemeriksaan). Memang sudah saya perintahkan dilakukan pemeriksaan,” katanya singkat. (amu/zal)