Longsor Ancam Pemukiman Warga

Ribuan Bibit Ayam Mati

255
PARAH : Bukit setinggi 20 meter di Desa Mlatiharjo longsor akibat diguyur hujan deras kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PARAH : Bukit setinggi 20 meter di Desa Mlatiharjo longsor akibat diguyur hujan deras kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PARAH : Bukit setinggi 20 meter di Desa Mlatiharjo longsor akibat diguyur hujan deras kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PARAH : Bukit setinggi 20 meter di Desa Mlatiharjo longsor akibat diguyur hujan deras kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Hujan deras membuat bukit setinggi 20 meter di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Patean, Kendal, longsor Selasa (10/11) dinihari. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Tapi merusak lahan peternakan dan pertanian kopi. Warga khwatir jika tak kunjung ditangani bisa menimpa pemukiman warga yang jaraknya hanya sekitar 11 meter dari bukit.

Kandang ternak ayam milik Darwati, 48, dan Sugiono,50, rusak parah akibat longsoran yang terjadi di belakang kandang. Lahan yang juga ditanami kopi menganga dan ambles ke arah sungai di bawahnya. “ Puluhan ribu ayam yang masih kecil hilang tertimbun tanah longsor. Kebetulan longsornya tepat dibelakang kandang hingga membawa kandang yang berisi ayam tertimbun tanah,” kata Ahmad Soffan, Ketua RT 10 RW 02, Desa Mlatiharjo.

Ia menambahkan, bukit setinggi 20 meter dengan panjang 50 meter ini pada musim kemarau sudah terdapat retakan. Diduga karena hujan yang lebat membuat tanah menjadi labil. “ Tempatnya rawan, apalagi di bawahnya ada sungai yang terus menggerus bukit,” tuturnya.