Guru MTs Ditahan

260

UNGARAN – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang menetapkan Guru MTs Miftahul Khoirot Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Ku, 30, sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap muridnya, Achmad Arif, siswa kelas VII. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ku langsung ditahan di rumah tahanan Mapolres Semarang.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian mengatakan, setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan enam saksi, termasuk tersangka dan mengumpulkan bukti-bukti. Penyidik akhirnya menetapkan Ku sebagai tersangka, Senin (9/11) lalu. “Dari keterangan saksi dan alat bukti yang ada, kuat dugaan Ku sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dua alat bukti sudah cukup untuk menahan tersangka. Tersangka mengaku jengkel dengan korban sehingga memukul dengan buku, tangan kosong dan menendangnya,” ungkapnya.

Herman menambahkan, tersangka dijerat pasal 76 c jo pasal 80 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau 351 KUHP tentang penganiayaan. “Untuk UU RI No 35/2014 ancaman hukuman 3 tahun penjara,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan, Ku menganiaya siswanya Achmad Arif anak pertama pasangan Abdul Jalil, 37, dan Winarti, 33, warga Dusun Dersuni RT 5 RW 5, Desa Branjang, Ungaran Barat saat dirinya sedang mengajar bahasa Arab di perpustakaan. Akibatnya korban menderita luka hingga menjalani opname di RSUD Ungaran. “Saya minta maaf dan tidak akan mengulang perbuatan ini lagi,” katanya. (tyo/fth)