Penjualan Rumah Komersial Lesu

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Hingga dekati penghujung tahun, penjualan rumah komersil di Jawa Tengah masih jauh dari target. Kondisi ekonomi makro dinilai sebagai salah satu sebab terkendalanya permintaan unit rumah. Saat ini kondisi perekonomian sedang melambat sehingga menurunkan daya beli masyarakat.

Kepala Dewan Perwakilan Daerah (DPD) REI Jawa Tengah Bidang Promosi Humas dan Publikasi Dibya K Hidayat mengatakan, dalam setahun pihaknya menargetkan penjualan rumah komersil atau rumah yang digunakan untuk kegiatan komersial di pameran sebanyak 700 unit.

“Per pameran target kami terjual 70 unit. Selama beberapa bulan ini penjualan memang naik turun, tapi hingga dekati akhir tahun ini, baru satu pameran yang tembus target. Jadi kalau untuk menutup target hingga akhir tahun, kami rasa sulit,” ungkapnya, kemarin (8/11).

Ketidakstabilan penjualan tersebut menurutnya dipengaruhi oleh ekonomi makro secara nasional. Di mana para calon pembeli masih banyak menunggu, khususnya terhadap dampak paket-paket ekonomi. “Penjualan rumah komersil kelas menengah dan mewah memang terasa ketidakstabilannya. Nampaknya pembeli masih wait and see dengan gerakan perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Dibya menambahkan, rumah bagi pasangan muda ataupun keluarga yang belum memiliki hunian tetap, rumah menjadi kebutuhan utama. Mau tidak mau mereka harus segera membeli rumah. Kalangan inilah yang tahun ini menjadi konsumen utama.

Sedangkan untuk rumah mewah atau rumah-rumah dengan tipe yang lebih besar, penurunan pembelian dinilai cukup terasa dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan, para calon pembeli lebih memilih untuk menunda pembelian. “Untuk pengusaha kelas menengah, jika mereka sudah memiliki rumah, maka untuk investasi pembelian rumah berikutnya banyak yang ditunda. Pun dengan mereka yang ingin memperbarui rumah ke ukuran yang lebih besar, tahun ini banyak yang pilih ditunda juga,” tandasnya. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Dualisme Partai Golkar Ganggu Pilkada

PEKALONGAN - Dualisme kepemimpinan Partai Golkar yang tak kunjung tuntas, akan mengganggu persiapan Pilkada di Kota Pekalongan. Terlebih saat ini belum ada rekomendasi...

Tiga Mahasiswa Undip Raih Penghargaan Best Paper Award dari University Brunei Darussalam

Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) memperoleh penghargaan Best Paper Award dalam ajang perlombaan ilmiah yang diselenggarakan di University Brunei Darussalam. Mereka mengusung makalah ilmiah...

Kesejahteraan Tak Sekadar Terkait Upah

SEMARANG – Bicara soal kesejahteraan buruh, tidak hanya berkutat pada permasalahan upah saja. Masih banyak komponen lain yang bisa terkait. Di antaranya kebutuhan kesehatan,...

Pengusaha Mebel Sulit Urus SLVK

SEMARANG – Diberlakukannya Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SLVK) sebagai standarisasi kayu digadang-gadang akan mengurangi praktik pembalakan liar. Sayang, masih banyak pengusaha mebel yang...

More Articles Like This

- Advertisement -