Kesbangpol Keliling Sekolah Beri Wawasan Kebangsaan

222

PEKALONGAN–Generasi muda di Kota Pekalongan harus bisa memahami nilai-nilai kebangsaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun rumah. Selain itu, harus mengetahui tokoh-tokoh dari Kota Pekalongan yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Hal tersebut terungkap dalam acara Gelar Pendidikan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar yang dilaksanakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekalongan, Senin (9/11) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, dihadiri ratusan pelajar dari 10 sekolah, antara lain SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMP 13, SMPN 11, SMPN 15, SMP Islam, SMP Muhammadiyah, SMP Pius dan SMP Al Irsyad.

Kasi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Kantor Kesbangpol Kota Pekalongan, Ainur Rofiq menjelaskan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memberikan pemahaman bagi para pelajar dalam rangka menerapkan rasa kebangsaan dalam kehidupan di lingkungan masing-masing.

“Selain wawasan kebangsaan, dalam kegiatan ini para pelajar juga diberikan materi mengenai sejarah perjuangan Kota Pekalongan dalam mempertahankan kemerdekaan,” jelasnya.

Pemerhati sejarah Kota Pekalongan, Arif Dirhamsyah yang didaulat menjadi nara sumber menjelaskan bahwa ada banyak nama tokoh Kota Pekalongan yang berjuang mempertahankan kemerdekaan yang dikenal sebagai pertempuran 3 Oktober. Selain itu, hingga kini masih ada bukti tempat maupun gedung bersejarah di Kota Pekalongan yang sudah berdiri sejak zaman Belanda.

Salah satu siswa, Ikhsan Hara Al Hamid, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Dia menilai, dengan pembekalan wawasan kebangsaan bisa memberikan pemahaman kepada pelajar agar berkontribusi dalam menjaga kedaulatan negara. Dirinya juga mengaku senang mengikuti perjalanan sejarah Kota Pekalongan.

“Kalau sejarah Kota Pekalongan tahu, yaitu pertempuran 3 Oktober. Karena setiap tahun pasti nonton upacaranya di Monumen. Kalau tokoh-tokoh di Kota Pekalongan lumayan tahu, salah satunya KH Syafi’i,” tutur Ikhsan. (han/ida)