DIRINGKUS: Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno menunjukan barang bukti dan tersangka yang diringkus di dekat kawasan lokalisasi Tegalpanas. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS: Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno menunjukan barang bukti dan tersangka yang diringkus di dekat kawasan lokalisasi Tegalpanas. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS: Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno menunjukan barang bukti dan tersangka yang diringkus di dekat kawasan lokalisasi Tegalpanas. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS: Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno menunjukan barang bukti dan tersangka yang diringkus di dekat kawasan lokalisasi Tegalpanas. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Petugas Satuan Narkoba Polres Semarang, berhasil meringkus pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Mereka adalah Catur Pramusinto, 38, serta Solichin, 40, warga Dusun Krajan, Desa Pasigitan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Keduanya dibekuk lantaran kerap pamer sabu saat berkunjung ke lokalisasi Tegalpanas, Bergas.

Sedangkan seorang bandar sabu Sunari, 45, warga Kecamatan Limbangan, Kendal berhasil kabur. Selain mengamankan tersangka, petugas menyita dua paket kecil berisi sabu-sabu, dua handphone, serta alat hisap. “Pelaku ini kerap memamerkan sabu saat di lokalisasi. Dari informasi itu lantas kami selidiki lebih dalam,” kata Kasat Narkoba Polres Semarang, AKP Sugeng Suprijanto.

Petugas yang sudah mengantongi ciri-ciri tersangka akhirnya terus bekerja. Setelah cukup yakin, petugas mengamankan tersangka Catur di jalan kawasan Bergas depan rumah makan Cimori. Sempat mengelak, tapi ketika digeledah ditemukan satu paket sabu-sabu yang digulung isolasi dan dimasukan ke dalam bungkus rokok. “Setelah kami kembangkan berhasil diamankan tersangka lain Solichin dan paket sabu di bawah kasur,” tambahnya.

Kedua tersangka mengaku membeli dari Sunari yang bekerja sebagai karyawan pabrik. “Saya membeli barang dari Sunari senilai Rp 1,4 juta,” kata Catur.

Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno mengatakan, dua tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. (tyo/fth)