Hari Pahlawan, Usung Gerakan Pungut Sampah

255
Istimewa
Istimewa
Istimewa
Istimewa

DALAM rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November mendatang, Paguyuban Karya Salemba Empat Undip mengadakan acara “Gerakan Pungut Sampah Nusantara”. Acara ini berlangsung pada Minggu (8/10) di area CFD Semarang. Konsep dari GPS ini adalah “Pungut, Bawa, Buang, Ajak”, yang berarti mengajak masyarakat untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dengan memperhatikan pemilahan dan pengelolaan sampah.

GPS merupakan gerakan pelestarian lingkungan baru yang mudah diterapkan serta berkelanjutan. Lokasi GPS terbagi menjadi 3 area, yaitu, sepanjang Jalan Pahlawan-Makam Pahlawan, sekitar Taman Menteri Supeno, dan Simpang Lima. Acara ini diikuti oleh para penerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) yang tergabung dalam Paguyuban KSE Undip.

Disebut GPS Nusantara karena GPS ini dilaksanakan secara serentak oleh Paguyuban Beasiswa KSE se nusantara. Tidak hanya Undip saja melainkan ada Paguyuban KSE USU, ITS, ITB, UNDANA, UGM, dan UNUD. Acara ini dimulai sejak pukul 05.30 sampai 09.00 yang diikuti oleh para beswan KSE.

Menurut Ketua Panitia GPS, Miqdad Aly Fahmi, pemilihan lokasi GPS di sekitar area CFD menjadi salah satu strategi untuk meng-influence masyarakat secara luas mengenai gaya hidup ramah lingkungan.

Banyak seremonial yang dilakukan dalam rangka memperingati hari pahlawan, seperti mengadakan upacara, mengheningkan cipta, tabur bunga, ziarah, bahkan aksi unjuk rasa, dan teatrikal. “Pahlawan tidak hanya mereka yang gugur di medan perang saja, tapi pahlawan saat ini adalah mereka-mereka yang bisa menjadi pahlawan unutk lingkungannya,” tutur Miqdad. (*)