Gantung Diri di Bak Sampah

463
EVAKUASI: Tim Inavis Polrestabes Semarang mengevakuasi korban tewas gantung diri di bak sampah di belakang Asrama Polisi Kalisari, kemarin. Banyak anak-anak yang menyaksikan. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
EVAKUASI: Tim Inavis Polrestabes Semarang mengevakuasi korban tewas gantung diri di bak sampah di belakang Asrama Polisi Kalisari, kemarin. Banyak anak-anak yang menyaksikan. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
EVAKUASI: Tim Inavis Polrestabes Semarang mengevakuasi korban tewas gantung diri di bak sampah di belakang Asrama Polisi Kalisari, kemarin. Banyak anak-anak yang menyaksikan. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
EVAKUASI: Tim Inavis Polrestabes Semarang mengevakuasi korban tewas gantung diri di bak sampah di belakang Asrama Polisi Kalisari, kemarin. Banyak anak-anak yang menyaksikan. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)

BARUSARI – Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di bak truk tempat pembuangan sampah nomor 223, milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, di Asrama Polisi (Aspol) Kalisari, belakang Markas Polrestabes Semarang, tepatnya di Kampung Bendungan RT 6 RW 5 Kelurahan Barusari Semarang Selatan, Senin (9/11) sekitar pukul 13.30.

Diduga, pria yang diperkirakan berusia 37 tahun itu mengalami depresi, sebelum akhirnya memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di tempat sampat tersebut. “Saat kali pertama saya temukan, tubuh pria itu dalam posisi bersandar di belakang bak truk sampah dalam kondisi leher terjerat kaos lengah panjang warna hijau,” kata saksi mata, Enggan, 50, warga Ngemplak Simongan RT 7 RT 2 Semarang Barat, di lokasi kejadian, kemarin.

Saat itu, Enggan sedang mendorong gerobak sampah. Setiba di lokasi pembuangan sampah tersebut, ia berjalan di tepi bak truk. “Saya mau buang sampah. Lho, kok ada pria di belakang truk. Saya dekati, ternyata lehernya terjerat kaos lengan panjang, diikatkan di besi bagian atas bak truk sampah,” katanya.