Tradisi Kadga Pora Sambut Ratusan Taruna

Tiga Bulan Lewati Masa Penggemlengan

2243
SELAMAT: Sebanyak 250 taruna dan 50 taruni baru, angkatan 50, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, disambut tradisi Kadga Pora dan pengalungan bunga di gerbang utama Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jalan Sultan Agung Semarang, Minggu (8/11) sore. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
SELAMAT: Sebanyak 250 taruna dan 50 taruni baru, angkatan 50, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, disambut tradisi Kadga Pora dan pengalungan bunga di gerbang utama Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jalan Sultan Agung Semarang, Minggu (8/11) sore. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
SELAMAT: Sebanyak 250 taruna dan 50 taruni baru, angkatan 50, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, disambut tradisi Kadga Pora dan pengalungan bunga di gerbang utama Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jalan Sultan Agung Semarang, Minggu (8/11) sore. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)
SELAMAT: Sebanyak 250 taruna dan 50 taruni baru, angkatan 50, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, disambut tradisi Kadga Pora dan pengalungan bunga di gerbang utama Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jalan Sultan Agung Semarang, Minggu (8/11) sore. (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang)

GAJAHMUNGKUR – Sebanyak 250 taruna dan 50 taruni baru, angkatan 50, Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, selama tiga bulan telah melewati masa penggemblengan secara fisik dan mental dalam Pendidikan Dasar (Dikdas) Integrasi Akedemi TNI dan Akademi Kepolian (Akpol) di Resimen Candradimuka Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kemarin mereka disambut dengan tadisi Kadga Pora, di gerbang utama Akpol.

Tampak wajah berbunga-bunga di raut para taruna dan taruni saat disambut oleh Gubernur Akpol Irjen Pol Anas Yusuf. Penyambutan taruna dan taruni baru tersebut dengan menggelar upacara tradisi Kadga Pora. Diiringi dentingan musik Bellyra serta pembacaan puisi, beberapa taruna terlihat menggunakan pedang pendek berwarna luar kuning emas dilengkapi dengan rantai kecil. Tradisi itu turun temurun dikembangkan untuk memelihara dan memupuk kebanggaan sebagai taruna.