Temukan Pelaku, Butuh Bantuan Kanada

258

Kepala Sub Direktorat II Ekonomi Khusus Perbankan, Money Laundering dan Cyber Crime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, AKBP Sugeng Tiyarto saat dimintai komentar mengatakan, sejauh ini belum ada korban yang melaporkan secara resmi di Polda Jateng.

Namun demikian, pihaknya mengaku telah menerima informasi terkait fenomana pembobolan ID BlackBerry yang terjadi belakangan. “Memang ada informasi. Biasanya digunakan untuk penipuan pulsa. Tapi belum ada yang melaporkan secara resmi,” kata Sugeng saat dimintai komentar Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (8/11).

Sejauh ini, kata Sugeng, hambatan dalam mengusut kasus pembobolan menggunakan IP (Internet Protocol) Email adalah terpusat di negara Kanada. Sehingga untuk melacak posisi pembuat, atau pengirim email dibutuhkan melibatkan pihak di Kanada. “Mereka bisa membantu kami hanya untuk pengungkapan tiga jenis kasus, yakni terorisme, narkoba dan pornografi anak. Repotnya kalau menggunakan IP Email pusatnya di Kanada itu,” katanya.

Padahal, lanjutnya, setiap saat kasus seperti itu bisa saja terjadi. Sama halnya kasus jual beli online yang marak terjadi. “Saran saya, masyarakat ya harus lebih berhati-hati. Jika ID BlackBerry dihack, sebaiknya ganti aja dengan ID baru. Beri informasi kepada teman-teman kalau ID lama dihack,” katanya.

Terpisah, pakar Informasi Teknologi (IT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Solichul Huda mengatakan, kasus seperti itu termasuk social engineering. “Penipuan atau tidak (dalam konteks pembobolan ID BlackBerry), masyarakat sebetulnya bisa mengecek melalui PIN dulu. Kalau PIN tersebut sama dengan sebelumnya, berarti asli. Tapi kalau PIN berbeda, maka berarti palsu. Setelah diambilalih pelaku, PIN tersebut dipastikan berbeda. Itu modus yang kentara, dia hanya mengambil ID-nya saja,” katanya.

Pelaku pencurian ID BlackBerry tersebut sama dengan kasus pembobolan rekening melalui Internet Banking. Pelaku berusaha memancing korban memasukkan token. Begitu korban memasukkan alamat email ke token tersebut, saat itu pelaku telah berhasil mencurinya. “Alamat website tersebut yang membuat adalah pelaku,” katanya.