PENCOBLOSAN : Simulasi pencoblosan dilakukan seperti Pilkada sungguhan di Aula KPU Kota Pekalongan, Sabtu (7/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCOBLOSAN : Simulasi pencoblosan dilakukan seperti Pilkada sungguhan di Aula KPU Kota Pekalongan, Sabtu (7/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCOBLOSAN : Simulasi pencoblosan dilakukan seperti Pilkada sungguhan di Aula KPU Kota Pekalongan, Sabtu (7/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCOBLOSAN : Simulasi pencoblosan dilakukan seperti Pilkada sungguhan di Aula KPU Kota Pekalongan, Sabtu (7/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan berharap jika ada masalah saat pencoblosan, bisa segera diselesaikan di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bahkan, jika nanti di lapangan ada hal yang berbeda, petugas TPS dan pihak yang berwenang bisa langsung melakukan diskusi sampai menemukan titik temu sesuai peraturan PKPU 2015.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Kota Pekalongan, A Basir, saat menggelar simulasi pencoblosan, di Aula KPU Kota Pekalongan, Sabtu (7/11) kemarin. Dalam simulasi tersebut, hampir semua tata cara pencoblosan dilakukan dengan tertib dan seksama.

“Kegiatan simulasi kali ini digelar lebih detil. Kami memang ingin simulasi ini, seolah-olah pencoblosan sebenarnya. Jadi semua detil dan harus sempurna sesuai peraturan,” ucapnya.

Selama simulasi, pihaknya merekam semua aktifitas sesuai petunjuk. Dari mulai breafing awal saat kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) bertugas menyumpah petugas, membagi petugas sesuai topoksi masing-masing, menerima pemilih, mengecek pemilih memastikan pemilih sebelum mencoblos tidak bawa alat perekam, sampai pemilih mencelupkan jari ke tinta tanda sudah mencoblos. “Nantinya, hasil rekaman akan kami buatkan CD untuk sosialisasi di setiap KPPS di kelurahan-kelurahan,” jelasnya.