BARANG BUKTI: Petugas menunjukan barang bukti berupa kuitansi pembayaran uang pelicin untuk menjadi PNS (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Petugas menunjukan barang bukti berupa kuitansi pembayaran uang pelicin untuk menjadi PNS (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Petugas menunjukan barang bukti berupa kuitansi pembayaran uang pelicin untuk menjadi PNS (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Petugas menunjukan barang bukti berupa kuitansi pembayaran uang pelicin untuk menjadi PNS (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Seorang anggota Polres Semarang, Aiptu Tj diduga masuk jaringan calon CPNS. Ia diketahui mendapatkan uang sogokan untuk bisa meloloskan warga menjadi PNS. Korbannya yakni Siti Muzarongah, 42, warga Dusun Baok RT 01 RW O4, Desa Ujung-ujung, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Korban harus kehilangan uang sebesar Rp 73 juta yang disetorkan Aiptu TJ. Sayang meski uang diberikan, janji Aiptu Tj untuk membantu agar segera diangkat PNS tak kunjung terwujud. Korbapun akhirnya melaporkan kasus itu ke Polsek Suruh, 15 Oktober 2015 lalu.

“Tahun 2012, saya diberi info teman seorang PNS di lingkungan Dinas pendidikan, YM yang kenal dengan TJ. Katanya TJ punya hubungan untuk meloloskan jadi PNS. Asal pakai uang pelicin,” tutur korban, Siti Muzarongah.