Masterplan Transportasi KA Pulau Jawa

541

PADA 4 November 2015 di Jogjakarta, Ditjen Pekeretaapian Kementerian Perhubungan melakukan Focus Group Discussion tentang Jaringan Jalur Kereta Api di Pulau Jawa. Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi di Jakarta. Kemudian dilanjutkan menjaring aspirasi serta masukan multistakeholders yang meliputi arah kebijakan, rencana jaringan, kriteria pengembangan dan langkah strategis di Semarang, Surabaya, dan Bandung.

Sementara FGD di Jogjakarta bertujuan melakukan konfirmasi atas arah kebijakan pengembangan perkeretaapian di Pulau Jawa, rencana pengembangan jaringan jalur KA di Pulau Jawa, tahapan pembangunan jalur KA di Pulau Jawa dan kebijakan pendukung bagi implementasi pembangunan dan pengoperasian (kelembagaan, sumber daya manusia, investasi).

Kondisi terkini, sampai dengan beberapa dekade ke depan kegiatan ekonomi nasional masih tetap berpusat di Jawa, sehingga pengembangan ekonomi di koridor Jawa akan memiliki efek spill-over yang sangat besar ke seluruh wilayah Indonesia. Efisiensi aktivitas ekonomi di Pulau Jawa belakangan ini terhambat oleh kinerja jaringan transportasi yang sudah mencapai titik jenuh akibat beban mobilitas pada jaringan jalan yang terlalu besar

Salah satu kebijakan presiden yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 adalah memindahkan beban angkutan (share) jaringan jalan di Pulau Jawa-Sumatera ke moda laut dan kereta api minimal 10 persen. Peran moda kereta api di Pulau Jawa perlu ditingkatkan dalam mendukung perbaikan kinerja logistik nasional dan peningkatan layanan transportasi publik.

Data yang dioleh dari BPS, RPJMN 2015-2019 dan RKP 2015 menyebutkan Pulau Jawa salah satu pulau terpadat di dunia. Pada 2015 berpenduduk sekitar 1.121.33 jiwa/km dan akan menjadi 1.292.71 jiwa/km pada 2035. Aliran utama PMA (penanaman modal asing) menuju ke Pulau Jawa hingga 70-90 persen. Volume eksport-import melalui pelabuhan di Jawa mencapai angka 33,32 persen. Sebagai salah satu pusat produksi industri perkapalan, tekstil, dan manufaktur terbesar di dunia.

Pulau Jawa sebagai salah satu destinasi wisata utama di Asia Tenggara. Laju pertumbuhan produksi industri terbesar di Asia Tenggara, khususnya untuk industri komponen transportasi. Pusat pemerintahan dan pelayanan publik nasional. Konsentrasi lebih dari 57,5 persen penduduk Indonesia. Menyumbang lebih dari 57,99 persen PDB nasional. Lumbung pangan nasional, dengan peran produksi padi hingga 50,94 persen. Pusat industri manufaktur nasional (lebih dari 80 persen).