NGURI-URI BUDAYA : Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi alias Hendi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan sambutan pada pergelaran wayang kulit di Lapangan Sabrangan, Sabrangan, Gunungpati. (Istimewa)
NGURI-URI BUDAYA : Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi alias Hendi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan sambutan pada pergelaran wayang kulit di Lapangan Sabrangan, Sabrangan, Gunungpati. (Istimewa)
NGURI-URI BUDAYA : Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi alias Hendi  dan Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan sambutan pada pergelaran wayang kulit di Lapangan Sabrangan, Sabrangan, Gunungpati. (Istimewa)
NGURI-URI BUDAYA : Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi alias Hendi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan sambutan pada pergelaran wayang kulit di Lapangan Sabrangan, Sabrangan, Gunungpati. (Istimewa)

SEMARANG – Tepat pada 7 November 2003, UNESCO menetapkan wayang menjadi salah satu masterpiece budaya dunia, dan tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Wayang Sedunia. Karena itu, pada 7 November lalu, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi alias Hendi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi sekaligus memperingati Hari Wayang Sedunia tersebut dengan mengadakan pergelaran wayang kulit di Lapangan Sabrangan, Gunungpati. Pentas wayang kulit tersebut dimainkan oleh Dalang Ki Sigit Ariyanto dengan lakon “Wahyu Cakraningrat”.

Menurut Ki Sigit, Wahyu Cakraningrat konon harus dimiliki seorang calon pemimpin. “Feeling saya Mas Hendi akan mendapatkan wahyu untuk memimpin Kota Semarang,” kata Ki Sigit Ariyanto di hadapan ratusan warga yang telah memadati area pertunjukan.