Hari Santri Ingatkan Perjuangan Ulama

280
SILATURRAHMI: KH Yusuf Chudlori didampingi anggota DPR RI H Fathan Subchi dan anggota DPRD Jateng Hj Ida Nur Sa'adah memberikan sambutan dalam kegiatan silaturahmi ulama dan RDPM di geudng IPHI Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
SILATURRAHMI: KH Yusuf Chudlori didampingi anggota DPR RI H Fathan Subchi dan anggota DPRD Jateng Hj Ida Nur Sa'adah memberikan sambutan dalam kegiatan silaturahmi ulama dan RDPM di geudng IPHI Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
SILATURRAHMI: KH Yusuf Chudlori didampingi anggota DPR RI H Fathan Subchi dan anggota DPRD Jateng Hj Ida Nur Sa'adah memberikan sambutan dalam kegiatan silaturahmi ulama dan RDPM di geudng IPHI Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
SILATURRAHMI: KH Yusuf Chudlori didampingi anggota DPR RI H Fathan Subchi dan anggota DPRD Jateng Hj Ida Nur Sa’adah memberikan sambutan dalam kegiatan silaturahmi ulama dan RDPM di geudng IPHI Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Hari Santri Nasional (HSN) yang ditetapkan 22 Oktober lalu oleh Presiden Jokowi menjadi momentum untuk mengingatkan kembali terkait hiruk pikuk perjuangan para ulama dan kiai dari Nahdlatul Ulama (NU), utamanya dalam rangkaian merebut kemerdekaan RI.

Hal ini disampaikan Pengasuh Ponpes Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudlori dalam kegiatan rapat dengar pendapat masyarakat (RDPM) anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PKB, H Fathan Subchi (tentang Pancasila, UUD NRI, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) yang berlangsung di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Jogoloyo, kemarin.

Menurutnya, hari santri mengingatkan pemerintah terkait kepeduliannya dalam memperhatikan nasib madrasah dan pesantren dilingkungan NU. “Resolusi jihad dengan puncaknya pertempuran 10 November di Surabaya menjadi penanda sejarah yang tidak terlupakan bagi bangsa,”kata Gus Yusuf.

Silakan beri komentar.