SIMULASI PILWALKOT: Simulasi pencoblosan Pilwalkot yang digelar di TPS 11 Kampung Rejosari III, Genuksari, Genuk, kemarin. (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIMULASI PILWALKOT: Simulasi pencoblosan Pilwalkot yang digelar di TPS 11 Kampung Rejosari III, Genuksari, Genuk, kemarin. (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIMULASI PILWALKOT: Simulasi pencoblosan Pilwalkot yang digelar di TPS 11 Kampung Rejosari III, Genuksari, Genuk, kemarin. (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIMULASI PILWALKOT: Simulasi pencoblosan Pilwalkot yang digelar di TPS 11 Kampung Rejosari III, Genuksari, Genuk, kemarin. (M HARYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GENUK- Warga yang sudah terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak diperbolehkan membawa dan mengenakan atribut kampanye pasangan calon saat pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember 2015 mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan antarpendukung pasangan calon (paslon) di TPS.

Simulasi pencoblosan Pilwalkot kemarin digelar KPU Kota Semarang di TPS 11 Kampung Rejosari III Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk. Sambil membawa undangan C6 atau formulir pendaftaran pencoblosan, para pemilih yang telah hadir mendaftar dan menunggu antrean untuk mencoblos.

Namun salah seorang calon pemilih terpaksa dihadang dan ditolak oleh petugas pengawas lantaran mengenakan atribut kaos bergambar salah satu pasangan calon. Warga tersebut diminta pulang terlebih dahulu untuk mengganti baju agar bisa menggunakan hak pilihnya di TPS.