Bersama Artis Ibu Kota, Perangi Narkoba

651
MUSIK DAN DAKWAH : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, saat tampil di dalam acara Pagelaran Seni dan Budaya yang diselenggarakan BNN Kabupaten Batang bersama Derry Sulaiman, mantan gitaris band metal Betrayer dan Sakti, eks gitaris grup band Sheila on 7. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUSIK DAN DAKWAH : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, saat tampil di dalam acara Pagelaran Seni dan Budaya yang diselenggarakan BNN Kabupaten Batang bersama Derry Sulaiman, mantan gitaris band metal Betrayer dan Sakti, eks gitaris grup band Sheila on 7. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUSIK DAN DAKWAH : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, saat tampil di dalam acara Pagelaran Seni dan Budaya yang diselenggarakan BNN Kabupaten Batang bersama Derry Sulaiman, mantan gitaris band metal Betrayer dan Sakti, eks gitaris grup band Sheila on 7. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUSIK DAN DAKWAH : Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, saat tampil di dalam acara Pagelaran Seni dan Budaya yang diselenggarakan BNN Kabupaten Batang bersama Derry Sulaiman, mantan gitaris band metal Betrayer dan Sakti, eks gitaris grup band Sheila on 7. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Melalui musik dan dakwah, perangi narkoba bersama-sama. Hal itu yang saat ini gencar dilakukan oleh Pemkab Batang dan Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Batang, di Jalan Veteran Alun-Alun Kota Batang, Sabtu (7/11) malam kemarin. Dengan mengajak ribuan pengunjung yang sebagian besar kaum remaja, memeriahkan acara Pagelaran Seni Budaya Pelopor Anti Narkoba 2015.

Acara tersebut semakin semarak dengan kehadiran sejumlah artis dan musisi papan atas. Di antaranya, mantan gitaris band metal Betrayer, Derry Sulaiman; mantan gitaris Sheila on 7, Sakti yang kini bernama Salman al Jugjawy; eks drumer Noah, Reza; serta mantan vokalis Kangen Band, Rayhan. Mereka didatangkan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, karena pengalaman spiritualnya yang mampu berhijrah dari dunia gemerlap ke kehidupan yang lebih religius.

Sakti dengan jenggot lebat mengenakan gamis yang dibalut dengan rompi dan peci ini menyatakan bahwa hidup di dunia hanya sementara. Siapapun itu, kaya miskin, tua muda, pejabat atau rakyat, semuanya pasti menunggu kematian. “Karena itu, selama hidup di dunia ini, iman harus selalu dipegang kokoh agar berakhir dengan baik, khusnul khatimah,” kata Sakti mengingat kehidupan di akhirat yang lebih abadi.