Akhiri Pencemaran Peleburan Aki Bekas

284

SLAWI-Kementrian Lingkungan Hidup benar-benar membuktikan keseriusannya membersihkan kawasan peleburan aki bekas Desa Pesarean. Anggota Komisi Pengurangan Bensin Bertimbel (KPBB) Kementerian LH dan Denida (Denmark Perwakilan Indonesia) pun mendatangi langsung areal peleburan aki bekas Desa Pesarean, Sabtu ( 7/11) kemarin.

Kepala BLH Agus Subagya mengakui tujuan akhir kedatangan orang pusat itu adalah menghentikan pencemaran timbel dari lingkungan dengan melakukan clean up kawasan tercemar akibat peleburan aki bekas. “Kami akan mengadopsi teknologi ramah lingkungan dalam melakukan peleburan aki bekas di Kabupaten Tegal ini,” tuturnya.

Disini, imbuhnya, Blacksmitt lembaga pelaksana yang ditunjuk pusat mulai merumuskan terkait anggaran dan keamanan ketika proses clen up digulirkan. Muara dari aksi turun gelanggang ini adalah memberi gambaran riil Kementrian LH tentang langkah apa yang paling pas ditempuh untuk menyelesaikan tumpukan limbah tersebut.

“Ada dua pola yang kami tawarkan. Yaitu melalui metode insitukopsulasi dan eksitukopsulasi. Metode pertama, tanah di areal peleburan diambil dan ditempatkan pada lubang yang telah dilapisi membran sebelum ditutup kembali. Kekuatan membran itu mencapai 500 tahun kalau tidak dirusak warga. Sementara metode kedua eksitukopsulasi memanfaatkan limbah untuk bahan baku paving,” cetusnya.

Dua metode itu, imbuhnya, yang akhirnya dibawa ke pusat untuk didalami. Pemkab Tegal setuju dan akan memfasilitasi koordinasi untuk membangun sinergi antarinstansi dan stakeholder terkait. “Persetujuan prinsip dari bupati. Dan seterusnya mengurus persetujuan dari Kasunanan Solo untuk penerapan rencana clean up Desa Pesarean yang sebagian besar berupa tanah perdikan kasultanan dan sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya. (her/jpnn/ida)