53 Tahun Jadi Mayoret, Dapat Muri

360
PECAHKAN REKOR : Perwakilan MURI menyerahkan piagam rekor kepada Zein Anggawi, 81, yang berhasil memecahkan rekor dari Muri sebagai Mayoret Tertua. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PECAHKAN REKOR : Perwakilan MURI menyerahkan piagam rekor kepada Zein Anggawi, 81, yang berhasil memecahkan rekor dari Muri sebagai Mayoret Tertua. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PECAHKAN REKOR : Perwakilan MURI menyerahkan piagam rekor kepada Zein Anggawi, 81, yang berhasil memecahkan rekor dari Muri sebagai Mayoret Tertua. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PECAHKAN REKOR : Perwakilan MURI menyerahkan piagam rekor kepada Zein Anggawi, 81, yang berhasil memecahkan rekor dari Muri sebagai Mayoret Tertua. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Alumni Perguruan Mahad Islam, Zein Anggawi, 81, berhasil memecahkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai Mayoret Tertua. Penghargaan tersebut diberikan setelah menjadi mayoret drum band Mahad Islam Pekalongan yang digelar pada puncak acara Ta’sis Perguruan Mahad Islam ke-73, Minggu siang (8/11) kemarin.

Salah satu penggagas sekaligus ketua panitia acara Ta’sis Perguruan Mahad Islam, Muh Maretan mengungkapkan bahwa Zein Anggawi telah aktif menjadi mayoret sejak tahun 1962 hingga sekarang. “Beliau menjadi mayoret pasca lulus dari SMA Mahad. Setelah jadi alumni, rutin tampil setiap tahun sampai sekarang saat ta’sis,” ucapnya.

Menurutnya, Zein telah menjadi mayoret selama 53 tahun hingga umurnya sekarang 81 tahun. Karena itulah, pihaknya sengaja mengajukan ke MURI terkait prestasi tersebut. “Walaupun dengan banyak syarat dan ketentuan, akhirnya disetujui,” katanya.

Diungkapkan lebih lanjut, sudah menjadi tradisi bagi Mahad Islam mempertunjukkan pagelaran drum band yang diikuti 12 drumband dari SD, SMP, SMA Perguruan Mahad Pekalongan dan alumni Mahad Islam, Minggu (8/11) sore. Selama pawai drum band, sang mayoret veteran tersebut penuh semangat memimpin pasukan drum band, mulai start sampai finish. (han/ida)