2018 Targetkan Swasembada Kedelai

252

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan mampu swasembada kedelai pada 2018 mendatang. Target tersebut akan diupayakan melalui perluasan lahan. Selain itu, juga meningkatkan inovasi menciptakan varietas jenis kedelai lokal di Jawa Tengah yang mampu meningkatkan hasil panen.

Kepala Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan, peningkatan produk yang mengarah pada kemandirian pemenuhan salah satu jenis komoditas pertanian itu diimbangi dengan kebijakan perlindungan harga. Sehingga harga jual kedelai selalu bagus. “Langkah itu sebagai rangsangan agar petani Jateng tertarik menanam kedelai,” ujarnya, kemarin.

Dijelaskan Urip, saat ini kebutuhan kedelai di Jateng mencapai 500 ribu ton per tahun. Rata-rata produksi kedelai per hektarnya sebesar 2 ton. Namun pihaknya mengklaim telah ada varietas yang akan ditanam dengan hasil mencapai 3 ton per hektare. “Target swasembada kedelai ini sudah masuk dalam evaluasi pertumbuhan ekonomi mikro yang sedang dikaji oleh Bappeda Jateng. Pada akhir November ini evaluasi itu diperkirakan selesai dan tinggal menurunkan kebijakan ke depan,” imbuhnya.

Senada dengan Urip, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Jawa Tengah Suryo Banendro mengatakan, swasembada kedelai yang ditargetkan pada tahun 2018 telah dikaji secara mendalam. Terlebih saat ini produksi kedelai di Jateng diketahui terus naik. “Tahun 2014 lalu mencapai 125.467 ton, tahun 2015 hitungan BPS (Badan Pusat Statistik) mencapai 132.349 ton,” katanya.

Berdasarkan data tersebut, Suryo menargetkan tahun 2016 mendatang produksi kedelai Jateng mencapai 139 ribu ton. Untuk tahun berikutnya diharapkan menghasilkan jumlah yang lebih besar lagi. “Luasan lahan kedelai yang kami miliki saat ini mencapai 72,684 hektare,” pungkasnya. (fai/ric)