BENTROK : Ratusan warga Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi berunjukrasa menuntut kepala dusun mundur lantaran diduga melakukan penyunatan dana bansos Gubernur Jateng. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BENTROK : Ratusan warga Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi berunjukrasa menuntut kepala dusun mundur lantaran diduga melakukan penyunatan dana bansos Gubernur Jateng. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BENTROK : Ratusan warga Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi berunjukrasa menuntut kepala dusun mundur lantaran diduga melakukan penyunatan dana bansos Gubernur Jateng. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BENTROK : Ratusan warga Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi berunjukrasa menuntut kepala dusun mundur lantaran diduga melakukan penyunatan dana bansos Gubernur Jateng. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Ratusan warga Dukuh/Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan mengamuk di kantor Balai Desa Sijeruk, Jum’at (6/11) kemarin. Mereka menuntut Sugiyanto mundur dari jabatannya sebagai kepala dusun (Kadus). Warga menduga, dana bantuan sosial (Bansos) Gubernur Jateng tahun anggaran 2015 sebesar Rp 50 juta yang sedianya digunakan untuk pembangunan drainase Dusun Sijeruk disunat oleh kadus.

Dalam aksi tersebut, ratusan warga bertindak anarkis. Sempat terjadi bentrok dengan salah satu perangkat desa, ketika salah satu perangkat desa tersebut menghardik salah satu pendemo yang berteriak dengan keras menuduh kadus menyunat dana bansos dan uang Prona.

Melihat situasi yang tidak kondusif tersebut, Polsek Sragi pun langsung meminta bantuan pengamanan dari Polres Pekalongan dengan mendatangkan satu peleton anggota Sat Sabhara Polres Pekalongan.