Sibagus Semangat Bangun Semarang Lebih Bermartabat

280
BERJUBEL: Calon Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho, semakin dicintai warga Kota Semarang. Seperti saat kunjungan di wilayah Muktiharjo Kidul yang disambut antusias warga. (istimewa)
BERJUBEL: Calon Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho, semakin dicintai warga Kota Semarang. Seperti saat kunjungan di wilayah Muktiharjo Kidul yang disambut antusias warga. (istimewa)
BERJUBEL: Calon Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho, semakin dicintai warga Kota Semarang. Seperti saat kunjungan di wilayah Muktiharjo Kidul yang disambut antusias warga. (istimewa)
BERJUBEL: Calon Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho, semakin dicintai warga Kota Semarang. Seperti saat kunjungan di wilayah Muktiharjo Kidul yang disambut antusias warga. (istimewa)

SEMARANG – Pembenahan pelayanan publik menjadi salah satu agenda yang mendesak untuk dilakukan. Melihat belum optimalnya layanan yang berhubungan dengan masyarakat luas ini, calon Wali Kota Semarang nomor urut 3 Sigit Ibnugroho memastikan akan melakukan langkah maksimal untuk mengoptimalkan kinerja birokrasi dalam memberi pelayanan. Salah satunya dengan merombak sistem untuk memudahkan segala urusan. Ia akan merancang SOP (Standard Operating Procedure) yang jelas agar mengurus segala sesuatu bisa satu pintu.

Sigit mengatakan, penataan Kota Semarang tidak bisa dilakukan hanya dengan tujuan memperindah konstruksi fisik dengan membangun taman saja. Namun penataan sumber daya manusia (SDM) dan personality birokrasi untuk menciptakan pemerintah yang bersih juga perlu dilakukan demi masyarakat. ”Semangat saya untuk membangun Kota Semarang menjadi lebih baik dan bermartabat itu sangat besar,” katanya.

Hal itu juga didasarkan atas perkembangan Kota Semarang yang selama ini masih lamban dan jauh dari kota lain. ”Saya mulai dari diri saya sendiri untuk memimpin Kota Semarang dengan bersih. Saya tidak ingin meminta bantuan dari dinas ataupun dari para birokrat dalam pencalonan saya. Jangan sampai saya sebagai wali kota harus melakukan politik balas budi nantinya,” ungkap Sigit sembari mengatakan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Semarang mendatang juga bertepatan dengan Hari Antikorupsi, yakni 9 Desember.