Pembangunan Lapak Pedagang Johar Dikebut

391
KONSTRUKSI BAJA: Sejumlah pekerja memasang kerangka baja pembangunan lapak penampungan pedagang Pasar Johar di area Masjid Agung Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONSTRUKSI BAJA: Sejumlah pekerja memasang kerangka baja pembangunan lapak penampungan pedagang Pasar Johar di area Masjid Agung Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONSTRUKSI BAJA: Sejumlah pekerja memasang kerangka baja pembangunan lapak penampungan pedagang Pasar Johar di area Masjid Agung Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONSTRUKSI BAJA: Sejumlah pekerja memasang kerangka baja pembangunan lapak penampungan pedagang Pasar Johar di area Masjid Agung Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Proyek pembangunan lapak penampungan bagi pedagang Pasar Johar di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) terus dikebut. Hingga kini progresnya masih mencapai 10 persen. Proyek pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp 32,5 miliar ini mendapat pengawasan keamanan dari Komunitas Peduli Pasar Johar (KPPJ) Pamswakarsa.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (6/11), kerangka bangunan untuk pembuatan lapak penampungan pedagang telah berdiri. Lapak yang akan dibangun mencapai 4.000-an.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko, mengatakan pembangunan lapak penampungan pedagang Johar menggunakan konstruksi kerangka baja. ”Kontruksinya dari baja, semua pesan dari pabrik. Pekerjaan baru sekitar 10 persen. Kami optimistis pekerjaan pembangunan ini bisa selesai akhir Desember 2015,” katanya.

Selama pembangunan, dijaga oleh KPPJ Pamswakarsa yang membangun pos di lokasi.