Okupansi Merosot hingga 15 Persen

192

SEMARANG – Bisnis perhotelan pada tahun ini dipastikan mengalami kemerosotan dibandingkan tahun lalu. Sepanjang tahun ini, tingkat hunian hotel di Jawa Tengah menurun sekitar 15 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Heru Isnawan mengatakan, kondisi ekonomi yang lesu sejak awal tahun menjadi salah satu penyebab menurunnya bisnis perhotelan. Penambahan jumlah hotel baru tidak seimbang dengan permintaan yang ada.

“Startnya saja tahun ini sudah kurang bagus. Jadi, kita yakin tahun ini memang lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Ini sudah dirasakan baik dari tingkat hunian, rata-rata penjualan ritel kamar, serta rata-rata tinggal,” katanya, kemarin.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang melarang adanya kegiatan di hotel juga sangat mempengaruhi pendapatan hotel. Apalagi, selama ini dunia perhotelan cenderung mengandalkan MICE sebagai pemasukan utamanya. “Pasar terbesar hotel itu di MICE. Sedangkan secara regulasi, selama ini dihambat, sehingga menjadi masalah. Tapi ini terjadi secara nasional juga,” ungkapnya.

Ditambahkan, selama ini kontribusi MICE sendiri mencapai 50 persen dari total pendapatan hotel. Sedangkan sisanya dari leasure, dan hunian hotel. “Kalau dari leasure masih minim karena memang kunjungan wisata di Jateng tidak setinggi daerah lainnya, seperti Jakarta atau Bali,” imbuhnya.

Terkait mulai adanya kelonggaran dari pemerintah untuk melakukan aktifitas MICE di hotel belakangan ini, Heru mengaku, sedikit ada peningkatan. Apalagi menjelang akhir tahun ini, banyak instansi yang menghabiskan anggaran dengan melakukan MICE di hotel. “Jelang akhir tahun memang ada peningkatan dibanding awal dan pertengahan tahun. Tapi tetap saja tidak sebaik kondisi tahun lalu,” jelasnya.

Sementara, saat ini di Jateng ‘City Ocupansi’ hanya sekitar 40 persen, turun 15 persen dibandingkan tahun lalu. Saat ini, masing-masing hotel masih beradu strategi untuk meningkatkan kinerjanya, seperti memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan produk, fasilitas, dan layanannya. (aln/JPG/smu)