TAMU REDAKSI: Dari kiri ke kanan: Hartono, Puguh Iriantoro, Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, Ryantori dan Hadi Wardoyo saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Dari kiri ke kanan: Hartono, Puguh Iriantoro, Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, Ryantori dan Hadi Wardoyo saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Dari kiri ke kanan: Hartono, Puguh Iriantoro, Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, Ryantori dan Hadi Wardoyo saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Dari kiri ke kanan: Hartono, Puguh Iriantoro, Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, Ryantori dan Hadi Wardoyo saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG—Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) terbaru seri 3 diluncurkan. Untuk wilayah Jateng, KSLL membidik proyek kawasan industri baru. Baik kawasan industri Kendal, Demak maupun Cilacap.

Menurut Ir Ryantori, inventor KSLL, sistem konstruksi pondasi ini ditemukan pada 1976 oleh dirinya bersama almarhum Ir Sutjipto, yang sama-sama alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. KSLL merupakan pondasi dangkal konvensional, kombinasi antara sistem pondasi plat beton pipih menerus dengan sistem perbaikan tanah.

“Jadi, KSLL ini memanfaatkan tanah sebagai bagian dari struktur pondasi. Pemanfaatan tanah yang mencapai 90 persen bahan konstruksi ini membuat KSLL menjadi lebih ekonomis, dengan menghemat penggunaan beton dan besi beton,” jelas Ryantori saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang Jalan Veteran 55 Semarang, Jumat (6/11).