ANTISIPASI KEKERINGAN : Para pekerja sedang membuat sumur artetis di Kelurahan Sumurpanggang. (DEDE NADIYANAH/RATEG/JPNN)
ANTISIPASI KEKERINGAN : Para pekerja sedang membuat sumur artetis di Kelurahan Sumurpanggang. (DEDE NADIYANAH/RATEG/JPNN)
ANTISIPASI KEKERINGAN : Para pekerja sedang membuat sumur artetis di Kelurahan Sumurpanggang. (DEDE NADIYANAH/RATEG/JPNN)
ANTISIPASI KEKERINGAN : Para pekerja sedang membuat sumur artetis di Kelurahan Sumurpanggang. (DEDE NADIYANAH/RATEG/JPNN)

TEGAL-Sebanyak delapan kelurahan mengalami kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini.Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal, kekeringan itu meliputi Kelurahan Panggung, Mintaragen, Sumurpanggang, Kalinyamat Kulon, Kaligangsa, Pesurungan Lor, Muarareja, dan Keturen.

Kepala BPBD Kota Tegal, Imam Sofwan melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Nanang mengatakan bahwa data tersebut merupakan hasil survei terhadap kelurahan yang sebelumnya disinyalir rawan kekeringan. Hasilnya memang mengalami kekeringan, namun masih bisa ditangani. “Hal ini, karena terdapat sarana dan prasarana yang menunjang di masing-masing wilayah sehingga kebutuhan air bersih bisa tercukupi,” katanya.

Menurutnya, untuk wilayah Kecamatan Tegal Timur, meliputi Kelurahan Panggung kebutuhan air bersihnya 20 tangki, telah memiliki 5 tandon dan 6 sumur. Kelurahan Mintaragen kebutuhan air bersihnya 11 tangki, telah memiliki 1 tandon dan 1 sumur.