Warga Minta Pasar Murah Rutin Digelar

226
SEMBAKO MURAH : Dandim 0736 Kabupaten Batang, Letkol Inf Andiek Prasetyo Awibowo saat menyerahkan sembako murah pada warga terdampak PLTU. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMBAKO MURAH : Dandim 0736 Kabupaten Batang, Letkol Inf Andiek Prasetyo Awibowo saat menyerahkan sembako murah pada warga terdampak PLTU. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMBAKO MURAH : Dandim 0736 Kabupaten Batang, Letkol Inf Andiek Prasetyo Awibowo saat menyerahkan sembako murah pada warga terdampak PLTU. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMBAKO MURAH : Dandim 0736 Kabupaten Batang, Letkol Inf Andiek Prasetyo Awibowo saat menyerahkan sembako murah pada warga terdampak PLTU. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Ratusan warga terdampak proyek PLTU Kabupaten Batang, di Desa Karanggeneng, Ponowareng dan Ujungnegoro, berebut paket sembalo murah yang digelar PT PLN (Persero) Area Pekalongan, di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kamis (5/11) kemarin. Warga juga meminta PT PNL menggelar pasar murah rutin setiap sebulan sekali, bukan setahun sekali seperti saat ini.

Muripah, 36, warga Desa Karanggeneng, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Apalagi paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng, teh dan mi instan seharga Rp 100 ribu, hanya dibeli warga seharga Rp 50 ribu. “Harusnya pasar murah ini dilakukan sebulan sekali. Ini akan sangat membantu warga yang akan terdampak PLTU,” ungkap Muripah, usai membeli sembako murah.

Hal serupa dikatakan Kepala Desa Ujungnegoro, Budi Arifin. Bahwa selama setahun terakhir, beban masyarakat akan kenaikan harga sembako telah membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhannya sehari-hari. “Harga beras satu kilogram sudah Rp 10 ribu. Jadi kalau pasar murah ini sering digelar, akan sangat membantu warga yang telah kehilangan mata pencahariannya, karena lahannya terdampak PLTU,” kata Budi.