DISITA POLISI- Barang bukti potongan bodi alat berat jenis buldoser dan mesin yang disita petugas Polsekta Ungaran. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DISITA POLISI- Barang bukti potongan bodi alat berat jenis buldoser dan mesin yang disita petugas Polsekta Ungaran. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DISITA POLISI- Barang bukti potongan bodi alat berat jenis buldoser dan mesin yang disita petugas Polsekta Ungaran. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DISITA POLISI- Barang bukti potongan bodi alat berat jenis buldoser dan mesin yang disita petugas Polsekta Ungaran. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Kasus dugaan perusakan dan pencurian alat berat jenis buldozer milik subkontraktor proyek jalan tol Semarang-Solo, PT Bumi Sentosa Dwi Agung yang dilaporkan ke Polsekta Ungaran dipertanyakan oleh pelapor, Tundo Karyono, warga Pancoran Mas, Kabupaten Depok, Jawa Barat.

Tundo curiga kepolisian tidak memproses secara serius dan sengaja memperlambat penanganan. Sebab ketiga tersangka yang berinisial IA, 58, warga Desa Lerep Ungaran yang menjual alat berat tersebut dan dua penadahnya FA, 42, dan seorang perempuan SH, 58, keduanya warga Kaligawe Kota Semarang tidak ditahan.

Untuk diketahui, kasus tersebut terjadi 9 September 2015 di gudang peralatan PT BSDA di Jalan Letjen Soeprapto RT 3 RW 5, Sidomulyo, Ungaran. Saat itu Tundo mengetahui dua alat beratnya hilang dari lokasi penyimpanan. Selanjutnya Tundo Karyono melaporkan kasus tersebut ke Polsekta Ungaran. Hingga akhirnya polisi menemukan pelaku yang menjual dan penadah barang curian berupa buldozer senilai Rp 700 juta. Namun belakangan ketiga tersangka justru tidak dilakukan penahanan. Bahkan kasusnya tidak kunjung masuk ke Pengadilan untuk disidangkan.