MEMUKAU: Penampilan salah satu kelompok paduan suara di ajang Karangturi Choir Festival kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMUKAU: Penampilan salah satu kelompok paduan suara di ajang Karangturi Choir Festival kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMUKAU: Penampilan salah satu kelompok paduan suara di ajang Karangturi Choir Festival kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMUKAU: Penampilan salah satu kelompok paduan suara di ajang Karangturi Choir Festival kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Persaingan antarkelompok paduan suara di ajang Karangturi Choir Festival berlangsung ketat. Lomba yang digelar kali ketiga ini diikuti 38 tim dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai SD hingga perguruan tinggi. Lomba berlangsung di Gedung The Sien Tjo yang merupakan salah satu bangunan baru di sekolah tersebut. Ada lima kategori yang dilombakan, yakni Children A, Children B, Mixed Youth, Mixed dan Folklore.

Ketua Yayasan Sekolah Nasional Karangturi Haryanto Halim mengatakan, kompetisi paduan suara tersebut digelar selama tiga mulai Kamis hingga Sabtu besok. “Dan ini ketiga kalinya lomba paduan suara tingkat nasional digelar Sekolah Nasional Karangturi,” katanya.

Haryanto menjelaskan, inti dari perlombaan tersebut bukan sekadar mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Namun proses penanaman pendidikan karakter dari generasi muda juga dilakukan.
“Semakin banyak yang berprestasi, maka potensi untuk mengharumkan nama bangsa kelak di bidang choir akan terbuka. Saat ini, beberapa kelompok choir dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan juga kerap mendapatkan penghargaan di ajang internasional,” ujarnya.

Ketua PSM Gita Dian Nuswantoro (Udinus Choir), Atika Mutiarachim, mengatakan, kualitas yang dimiliki oleh masing-masing peserta sangatlah bagus. Sehingga ia bersama teman-temannya satu tim harus tampil semaksimal mungkin agar berbuah manis. (ewb/aro)