KURANG STRATEGIS: Shelter PKL Tlogosari di Taman Suryo Kusumo. (ASYIK TABAH YANUARY/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANG STRATEGIS: Shelter PKL Tlogosari di Taman Suryo Kusumo. (ASYIK TABAH YANUARY/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANG STRATEGIS: Shelter PKL Tlogosari di Taman Suryo Kusumo. (ASYIK TABAH YANUARY/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANG STRATEGIS: Shelter PKL Tlogosari di Taman Suryo Kusumo. (ASYIK TABAH YANUARY/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TLOGOSARI – Rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Tlogosari ke shelter di Jalan Taman Suryo Kusumo masih menuai polemik di antara para pedagang. Bangunan yang memadai dinilai masih kurang menguntungkan bagi mereka.

Seperti yang dikeluhkan oleh Adinda, salah satu pedagang kaki lima yang sudah bertahun-tahun membantu ibunya berjualan di sepanjang Jalan Raya Tlogosari. ”Tempatnya kurang strategis, nggak ada orang lalu lalang jadi sepi,” keluhnya.

Menurut Ketua Perhimpunan Pedagang Kaki Lima Tlogosari, Iswandi, Dinas Pasar Pemerintah Kota Semarang tidak memahami kehidupan pedagang kaki lima.

”Kehidupan PKL itu berbeda dengan pasar. Kalau pasar mau ditempatkan di kuburan sekalipun pasti banyak orang yang nyari, karena jualnya bahan-bahan pokok. Lha kalau PKL, di mana ada keramaian, ya di situ mereka berjualan,” ungkapnya.