SEMARANG – Agenda Semarang Futsal League (SFL) yang tengah dimatangkan pelaksanaannya ternyata mendapatkan respon positif dari pada pelaku olahraga turunan sepak bola tersebut. Begitu di wacanakan, mantan Manajer tim futsal Pra PON Jateng, Suyatno mengatakan puluhan tim baik dari Semarang maupun luar semarang langsung menyatakan ketertarikan mereka untuk bergabung di ajang tersebut.

“Beberapa tim dari luar Semarang seperti Pekalongan, Solo, Demak maupun Kudus langsung menyatakan ketertarikan untuk turun di Liga. Namun memang belum kami putuskan, karena saat ini pembahasan masih berlangsung,” terang Suyatno.

Belum lama ini, Suyatno dan sejumlah tokoh futsal di Semarang dan sekitarnya melakukan pertemuan untuk membahas agenda tersebut dengan harapan futsal di Jateng mampu meningkatkan prestasi di kancah nasional. ”Sebenarnya, teman-teman menggagas ini sudah lama. Mudah-mudahan kali ini terealisasi. Bila tidak ada halangan, akan digelar Desember. Kami berharap ini akan menjadi cikal bakal digelarnya Jateng Futsal League (JFL). Kami akan berkoordinasi dengan Asprov PSSI Jateng,” ujar Suyatno.

Ajang tersebut rencananya tetap akan menngunakan batasan usia. Ada dua kategori, pertama untuk usia U-19 tahun, dan kedua usia U-21 tahun. Suyatno menambahkan, U-21 menjadi persiapan pemain menghadapi Porprov Jateng 2017, sedangkan U-19 untuk PON XX/Papua 2020. ”Segala sesuatunya harus disiapkan jauh-jauh hari, jangan instan. Kalau tidak ada turnamen, mana bisa para pemain meningkatkan kemampuan. Semakin banyak bertanding, mental, jam terbak serta teknik bermain akan semakin bertambah,” tegasnya.

Keinginannya itu bukan tanpa alasan. Pada Pra-PON di Gedung ITS, Surabaya lalu, permainan anak-anak Jateng jauh tertinggal dibandingkan provinsi lain. Baik secara teknik maupun mental bertanding. Futsal Jateng gagal lolos ke PON setelah menelan tiga kekalahan beruntun.

Saat ini memang ada banyak turnamen futsal yang digelar berbagai pihak. Namun, sebagian besar turnamen tersebut mengabaikan apa yang menjadi acuan nasional. Seperti penggunaan lapangan yang lebih kecil dan berumput sintetis, serta waktu bermain. ”Tim futsal Jateng harus bisa tampil pada PON XX/Papua 2020. Karena itu persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari. Kami harus bisa mewujudkannya,” pungkas Suyatno. (bas/smu)