Jaringan Penipuan Internasional Dibongkar

Libatkan Pasutri, Gunakan Facebook

383
PENIPU LINTAS NEGARA: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi tersangka Ikwuka Gilbert Ugochukwu dan Rosida Butar Butar di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENIPU LINTAS NEGARA: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi tersangka Ikwuka Gilbert Ugochukwu dan Rosida Butar Butar di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENIPU LINTAS NEGARA: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi tersangka Ikwuka Gilbert Ugochukwu dan Rosida Butar Butar di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENIPU LINTAS NEGARA: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin saat menginterogasi tersangka Ikwuka Gilbert Ugochukwu dan Rosida Butar Butar di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kasus penipuan yang melibatkan jaringan internasional dengan korban dari berbagai negara berhasil dibongkar aparat Satuan Reskrim Polrestabes Semarang. Modus jaringan ini dalam melancarkan aksinya menggunakan cara pengiriman paket hadiah berisi uang dolar dan perhiasan, serta meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mengambil paket yang tertahan di kargo. Dalam setiap aksinya, pelaku juga melibatkan orang dari negara asal korbannya.

Salah satu aksi penipu jaringan internasional itu terjadi di Kota Semarang. Dalam kasus di Semarang, polisi berhasil meringkus dua tersangka yang merupakan pasangan suami istri (pasutri). Keduanya adalah Ikwuka Gilbert Ugochukwu, 30, warga negara Nigeria yang tinggal di Apartemen Sentra Timur Residence lantai 6, Pulo Gebang, Jakarta Timur, dan istrinya Rosida Butar Butar alias Irma Wulandari alias Nurmala, 39, warga asal Jalan Jenderal Sudirman KM 3.5 lk II Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Keduanya ditangkap di tempat terpisah pada 30 Oktober 2015 lalu. Ikwuka ditangkap di apartemennya yang berada di Jakarta Timur, sedangkan Rosida ditangkap di kampung halamannya.