Candi di Mijen Seusia Candi Dieng

436
ALAT KUNO: Salah satu batu lumpang yang berada di Kampung Rejosari, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALAT KUNO: Salah satu batu lumpang yang berada di Kampung Rejosari, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALAT KUNO: Salah satu batu lumpang yang berada di Kampung Rejosari, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALAT KUNO: Salah satu batu lumpang yang berada di Kampung Rejosari, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Penemuan situs Candi Duduhan dan benda purbakala di wilayah Kecamatan Mijen merupakan penemuan penting. Pasalnya, di Kota Semarang bagian utara belum pernah ditemukan candi secara utuh. Selain berpotensi merupakan candi yang utuh, diduga penemuan benda-benda purbakala tersebut merupakan bagian dari candi tertua di Jateng.

Arkeolog dan Sejarawan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Ufi Saraswati mengatakan, dengan ditemukannya situs Candi Duduhan menunjukkan jika pada abad 7 dan 8 di Jateng sudah terdapat sebuah komunitas yang merupakan cikal bakal berdirinya candi-candi besar lain di wilayah Kedu.

”Karena pada abad 6 itu sebagai zamannya Tarumanegara, salah satu dinasti tertua di Tanah Jawa. Setelah itu, banyak peneliti yang terfokus di tanah Sumatera dengan temuan bangunan dari Dinasti Sriwijaya yang menunjukkan abad ke-7 hingga 8. Sementara itu di Tanah Jawa seakan tidak ada kehidupan,” kata Ufi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/11).