SALATIGA – Kesurupan masal menimpa sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Salatiga 08, dukuh Domas, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo Selasa hingga Rabu (3-4/11) kemarin. Sebanyak sembilan siswa dan satu guru PPL mendadak mengalami kesurupan. Kondisi inipun sempat membuat heboh pihak sekolah dan wali murid.

Akibat kejadian itu, pihak sekolahan terpaksa memulangkan seluruh anak didiknya lebih pagi. Langkah itu terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi agar kesurupan tersebut tidak merambat ke siswa lainnya. Banyak yang menduga dan mengait kesurupan ini dikarenakan adanya pembangunan resapan (septictank) di sekolahan tersebut.

Insiden kesurupan ini terjadi saat anak-anak sedang belajar di dalam ruang kelas, Selasa (3/10). Di tengah jam pelajaran sekolah, tiba-tiba ada salah seorang anak kelas V yang berteriak-teriak histeris. Tak lama kemudian, dua siswa kelas V lainnya mengalami hal yang sama. Mereka juga berteriak-teriak histeris. Tak heran kondisi ini membuat geger seluruh ruang kelas V.

Kejadian ini membuat panik para guru. Bahkan salah seorang guru praktek pendidikan lapangan (PPL) dari UKSW, Siti Nurhayati, 21, yang mencoba menolong siswanya malah ikutan kesurupan.

Sempat reda, kemarin rupanya masih berlanjut. Bermula dari kesurupan salah seorang siswa di kelas V, kemudian menular ke lima rekannya. Karena yang kesurupan lebih banyak, membuat guru dan para karyawan panik. Dan akhirnya diputuskan untuk pulang pagi.

Desta, 9, siswa kelas IV SDN Salatiga 08, para siswa yang kesurupan berteriak-teriak histeris dan ada juga yang menari-nari seperti atraksi jaran dor. ”Ada yang menari-nari seperti atraksi kuda lumping,” terang dia.

Sementara, dalam mengatasi para siswa yang kesurupan ini, pihak sekolah mendatangkan seorang tokoh agama dengan dibacakan doa-doa. Setelah reda, pihak sekolahan memulangkan seluruh siswa di SDN Salatiga 08.(sas/fth)