PULAU WISATA: Sejumlah wisatawan menginjakkan kaki di pulau Onggojoyo Wedung, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
PULAU WISATA: Sejumlah wisatawan menginjakkan kaki di pulau Onggojoyo Wedung, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
PULAU WISATA: Sejumlah wisatawan menginjakkan kaki di pulau Onggojoyo Wedung, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
PULAU WISATA: Sejumlah wisatawan menginjakkan kaki di pulau Onggojoyo Wedung, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

Munculnya bencana abrasi rupanya tidak semata-mata menghancurkan satu sisi pesisir pantai utara Demak. Tapi disisi lain abrasi menimbulkan tanah timbul (akresi) yang membentuk pulau baru di wilayah pesisir lainnya.

WAHIB PRIBADI, DEMAK

GUNDUKAN pasir yang makin meluas ini terjadi di Dukuh Gojoyo, Desa Wedung, Kecamatan Wedung. Lahan seluas 105 hektare yang diberi nama pulau Onggojoyo tersebut telah dipersiapkan untuk menjadi kawasan wisata pesisir pemkab Demak. Karena itu, agar tanah timbul itu terawat dan terjaga dengan baik, pemkab telah melakukan penanaman ribuan pohon mangrove secara bertahap di pulau tersebut.

Kabid Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Demak, Suharto mengungkapkan, setidaknya sudah 20 ribu pohon mangrove ditanam di pulau Onggojoyo itu. Kini, ditargetkan lagi bisa tertanam sebanyal 95 ribu batang bibit mangrove dilokasi yang sama. Menurutnya, tanaman mangrove yang sudah ditanam sebelumnya sudah banyak yang hidup dan terus mengembang. Setidaknya dibutuhkan waktu 5 tahun untuk merimbunkan tanaman bakau tersebut. “Potensi hidup mangrove ini mencapai 78 hingga 80 persen,”katanya.