Sulap Buah Bintaro Jadi Cairan Pembasmi Rayap

Dua Siswa SD Semesta Raih Medali Perak World Creativity Festival di Korsel

372
CALON PENELITI: Muhammmad Baiata Farisi dan Muhammad Zulfikar Avicenna menunjukkan sertifikat yang diperoleh di ajang World Creativity Festival 2015 di Korea Selatan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CALON PENELITI: Muhammmad Baiata Farisi dan Muhammad Zulfikar Avicenna menunjukkan sertifikat yang diperoleh di ajang World Creativity Festival 2015 di Korea Selatan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CALON PENELITI: Muhammmad Baiata Farisi dan Muhammad Zulfikar Avicenna menunjukkan sertifikat yang diperoleh di ajang World Creativity Festival 2015 di Korea Selatan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CALON PENELITI: Muhammmad Baiata Farisi dan Muhammad Zulfikar Avicenna menunjukkan sertifikat yang diperoleh di ajang World Creativity Festival 2015 di Korea Selatan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Buah bintaro atau Cerbera manghas dikenal sebagai buah beracun, dan kurang dimanfaatkan. Namun di tangan dua siswa SD Semesta Bilingual Boarding School Semarang, buah tersebut disulap sebagai cairan pembasmi rayap. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

DUA siswa kreatif tersebut adalah Muhammmad Baiata Farisi, siswa kelas VI A, dan Muhammad Zulfikar Avicenna, siswa kelas VB. Belum lama lalu, keduanya meraih medali perak di ajang World Creativity Festival 2015 di Daejeon, Korea Selatan (Korsel). Keduanya menyabet juara II berkat temuan pembasmi rayap dari buah bintaro. Buah beracun itu mereka sulap menjadi cairan yang jika disemprotkan ke sarang rayap, hanya dalam hitungan detik, rayap langsung mati.

Muhammad Zulfikar Avicenna atau akrab dipanggil Cenna menjelaskan, awalnya ia merasa risi melihat rak buku di perpustakaan sekolahnya dikerumuni rayap. Bersama Farisi dibantu guru pembimbingnya, Umarudin, ia lantas mencari data pada materi pelajaran tentang tumbuhan di kelas III dan browsing di internet.

”Rak perpustakaan dimakan rayap dan habis tak tersisa. Terus coba-coba cari di internet caranya membasmi rayap dan obatnya yang manjur itu apa?” kata Cenna saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sekolahnya Jalan Setiabudi Semarang, Selasa (3/11).

Silakan beri komentar.