SEMARANG — Pembobolan ID BlackBerry Messenger (BBM) oleh kawanan hacker semakin marak. Mereka mencuri password ID, kemudian mengambil alih BBM tersebut untuk melancarkan praktik penipuan. Dengan memanfaatkan daftar kontak pertemanan di handphone BlackBerry tersebut, pelaku meminta uang maupun pulsa handphone. Fenomena kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti ini diduga telah banyak memakan korban.

Seorang pengusaha transportasi di Kota Semarang sebut saja Iwan, kepada Jawa Pos Radar Semarang, mengaku telah menjadi korban penipuan dengan modus tersebut. ID BlackBerry miliknya dibobol oleh pelaku, kemudian pelaku mengambil alih akun BlackBerry milik pengusaha tersebut. ”Ada 900-an nama di BBM saya dikirimi semua. Rata-rata dimintai pulsa 200 ribu. Seakan-akan saya yang minta, padahal itu ulah hacker,” kata pengusaha tersebut yang mewanti-wanti untuk tidak menulis nama aslinya.

Diakui Iwan, awalnya dirinya memang mendapat kiriman alamat situs website lewat BBM. Kemudian dia mengeklik website tersebut. ”Mungkin itu cara hacker mengambil data BBM saya. Setelah saya tahu BBM kena hacker, nomor langsung saya lenyapkan. Tapi, ternyata sampai sekarang masih aktif. Tadi sudah ada 50-an teman saya yang telepon. Pada tanya apa benar, bapak butuh kiriman pulsa? Padahal selama ini saya kan pakai pascabayar,” ujarnya.

Menurut Iwan, sudah ada sebagian temannya yang telanjur berkirim pulsa ke nomor handphone pelaku, yakni 082197252092. ”Ada yang sudah kirim 200 ribu. Saya jadi tidak enak sendiri. Makanya, saya langsung kirim pesan SMS ke seluruh teman saya, bahwa BBM itu sudah kena hacker. Kalau ada yang minta pulsa tolong diabaikan,” katanya.

Korban penipuan BBM lainnya seorang wanita yang berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Semarang. Wanita berinisial SA, 45, warga Gayamsari Semarang itu juga menjadi korban penipuan dengan modus pembobolan ID BlackBerry. Bahkan kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Laporan pembobolan ID BlackBerry tersebut bernomor STTLP/261/VII/2015/jateng/Restabes Semarang tertanggal 28 Juli 2015 lalu.