EVENT Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 yang digagas Jawa Pos Group dan Kwarda Gerakan Pramuka Jateng pantas untuk diapresiasi dan didukung. Selain menggeliatkan kepramukaan yang ada di Kota Semarang, kegiatan tersebut dapat menjadi ajang pendidikan karakter.

“Selama ini, lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak. Kegiatan ISC yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Group dan Kwarda Jateng ini merupakan wadah di mana pembentukan karakter yang positif dari siswa dapat dilakukan,” kata Wakil Ketua Bidang Abdimas, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Semarang, Mulyono, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mulyono mengakui, saat ini antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan kepramukaan meningkat. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya peserta pesta siaga maupun penggalang yang diadakan oleh Kwarcab Kota Semarang.

“Kalau tahun kemarin peserta pesta siaga hanya diikuti 14 kecamatan saat ini sudah 16 kecamatan. Kemudian untuk penggalang yang berpangkalan di SMP saat ini 30 pangkalan. Penegak lebih signifikan, kemarin 75 orang saat ini 100 orang,” ujarnya.

Bagi pembina yang aktif, pihaknya selalu menekankan agar terus memberikan motivasi terhadap siswa agar selalu berpartisipasi dalam kegiatan pramuka. Sehingga para pembina yang turun ke lapangan melalui Kwaran, sekarang tingkat siaga, penggalang dan penegak selalu memiliki aktivitas.

“Terkait regerasi pembina pramuka gerakan pramuka harus didukung berbagai pihak. Penyediaan harus mendekati rasio antara anak didik dan pembina. Kalau kita ambil rata-rata, rasio antara anak didik dan pembina itu 1 pembina untuk 10 anak didik,” tuturnya.

Namun, diakui, kondisi di lapangan sulit untuk mewujudkan hal itu. Bukan berarti gerakan pramuka kemudian berhenti. Namun pihaknya selalu mengupayakan. Selain itu, pencetakan pembina-pembina pramuka tersebut selalu di laksanakan. “Dari Dinas Pendidikan kini sudah ada alokasi kegiatan untuk mencetak pembina. Ini sudah cukup untuk membuat semarak. Apalagi kurikulum 2013 diwajibkan untuk seluruh siswa mengikuti kegiatan pramuka,” katanya.

Sekertaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Semarang, Ringsun Suratno, menambahkan, pemerintah melalui APBD telah menganggarkan untuk regenerasi dan pencetakan para pembina pramuka. Namun permasalahan lain masih dihadapi, yakni banyak dari pembina yang sudah dicetak enggan untuk kembali ke pangkalan. (ewb/aro)