Dua Bulan, PDAM Tak Mengalir

Dinilai Langgar Hak Atas Air

319

Sukirman, warga Jalan Kumudasmoro Utara lainnya juga mengeluhkan tentang ketentuan tarif PDAM yang mewajibkan pelanggan membayar minimal 10 m3 per bulan. ”Harusnya dengan kualitas pelayanan yang masih buruk begini, PDAM sebagai perusahaan milik daerah tidak membuat aturan yang memberatkan konsumen seperti ini,” kata Sukirman.

Dia juga mengeluhkan sanksi dari PDAM jika telat membayar rekening bulanan. ”Lha iya, kalau telat satu bulan aja udah langsung dibawakan linggis, katanya mau dicabut. Giliran air mati begini tidak ada yang memeriksa sama sekali,” ucapnya kesal.

Langgar Hak Atas Air
Pegiat KRuHA atau Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air, Benny D Setianto mengatakan, kebijakan yang mengatur batas minimal 10 m3 oleh PDAM Tirta Moedal Kota Semarang perlu dilakukan revisi. Pasalnya, hingga kini banyak konsumen yang belum bisa menikmati air yang seharusnya didistribusikan oleh PDAM.

Ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Benny D Setianto menilai, PDAM telah melanggar hak asasi manusia dalam hal ini hak atas air dan pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

”Seharusnya PDAM kembali ke sisi filosofis air. Kalau minimal saja tidak mampu, maka potong saja abonemen-nya. Itu namanya negara sudah memenuhi kewajiban hak asasi manusia, dalam hal ini hak atas air. Selain hak asasi juga hak perlindungan konsumen,” tutur Pakar Hukum Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/11).

Regulasi tentang batas minimal yang harus dibayar pelanggan sebesar 10 m3, menurut Benny, harus direvisi. Karena itu, ia mendorong Pemkot Semarang maupun DPRD Kota agar PDAM sebagai badan usaha milik daerah untuk membuat kebijakan yang prorakyat.

”Mau dorong kepada Perwal atau masuk ke Perda. Kalau kita tidak bisa demo wali kotanya ya kita masuk lewat DPRD-nya. Semakin miskin masyarakat, biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih itu semakin besar. Contohnya, ketika orang kaya yang mampu membuat sumur. Nilai investasi awal memang besar, namun setelah itu bebas menggunakan,” ujarnya.