Dua Bulan, PDAM Tak Mengalir

Dinilai Langgar Hak Atas Air

318

”Mulai RT 01 sampai RT 06 air PDAM tidak mengalir selama dua bulan ini. Saya terpaksa ngangsu tiap malam di SPBU Jalan Pamularsih,” tutur Heri kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/11).

Dia mengaku sudah beberapa kali mengadu ke PDAM, namun hanya mendapat janji-janji belaka tanpa bukti. Bahkan, janji PDAM yang akan kembali mengalirkan air pada awal November ini, juga tidak ditepati.

”Hari Jumat (30/10) lalu, PDAM telepon saya, katanya tanggal 1 November air sudah mengalir. Nyatanya sampai hari ini (Selasa, 3/11) tidak ngalir-ngalir. Keluar angin saja tidak,” keluh pria 33 tahun ini.

Warga lain, Sutoyo juga sempat mengadukan pelayanan buruk itu ke Kantor PDAM di Jalan WR Supratman. Dia mengatakan, pihak PDAM Kota Semarang memberikan alasan tidak mengalirnya air karena adanya perbaikan pipa di jembatan Banjir Kanal Barat dan keterbatasan debit air.

”Padahal sudah nggak ada perbaikan pipa lagi sejak lama, dan kalau masalah debit, kenapa cuma RW sini saja yang airnya mati?” ujar Sutoyo dongkol.

Dia dijanjikan air akan mengalir awal November dengan ketentuan 3 hari mengalir 3 hari tidak. ”Kalau seperti itu tidak apa-apa, tapi sampai tanggal 3 November masih belum keluar juga (airnya),” keluhnya.

Menurutnya, hal ini tidak sesuai dengan ketentuan tarif PDAM yang harus dibayar pelanggan minimal 10 m3 per bulan. Tentu saja, aturan itu sangat memberatkan warga di saat air tidak mengalir seperti sekarang ini.

”Kalau air tidak keluar, tapi pelanggan suruh bayar minimal 10 m3, apa itu namanya adil? Terus saya suruh bayar angin, gitu?” keluh pria yang bekerja sebagai buruh lepas ini.

Sutoyo berharap agar haknya sebagai konsumen dapat terpenuhi di samping kewajiban membayar yang dipikirnya sangat memberatkan.