Dua Bulan, PDAM Tak Mengalir

Dinilai Langgar Hak Atas Air

282
MANGKRAK: Heri Setyawan, warga Kumudasmoro Utara, Bongsari, Semarang menunjukkan meteran air PDAM di rumahnya yang sudah dua bulan tidak mengalir. Namun dia tetap membayar rekening minimal 10 m3. (ASYIK TABAH YANUARY/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK: Heri Setyawan, warga Kumudasmoro Utara, Bongsari, Semarang menunjukkan meteran air PDAM di rumahnya yang sudah dua bulan tidak mengalir. Namun dia tetap membayar rekening minimal 10 m3. (ASYIK TABAH YANUARY/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK: Heri Setyawan, warga Kumudasmoro Utara, Bongsari, Semarang menunjukkan meteran air PDAM di rumahnya yang sudah dua bulan tidak mengalir. Namun dia tetap membayar rekening minimal 10 m3. (ASYIK TABAH YANUARY/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANGKRAK: Heri Setyawan, warga Kumudasmoro Utara, Bongsari, Semarang menunjukkan meteran air PDAM di rumahnya yang sudah dua bulan tidak mengalir. Namun dia tetap membayar rekening minimal 10 m3. (ASYIK TABAH YANUARY/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Plesetan Perusahaan Daerah Air Macet layak disematkan untuk PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Betapa tidak, belakangan ini, pelayanan perusahaan air bersih pelat merah ini kian buruk dan banyak dikeluhkan pelanggan. Bahkan, di wilayah Jalan Kumudasmoro Utara Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, sudah dua bulan ini air PDAM tidak mengalir sama sekali.

Tak heran, jika sejumlah pelanggan meminta PDAM Kota Semarang merevisi ketentuan yang mewajibkan pelanggan membayar minimal 10 m¬¬¬3 per bulan. Sebab, aturan tersebut dinilai tidak adil, lantaran tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan PDAM kepada pelanggan di lapangan.

Heri Setyawan, warga Jalan Kumudasmoro Utara RT 03 RW 07 Bongsari mengakui, musim kemarau ini pelayanan PDAM sangat buruk. Sebab, aliran air ke wilayahnya macet total hampir selama dua bulan terakhir. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih.